GLOBALISASI
A. LandasanTeoritis
1.
Pengertian Globalisasi
Menurut Achmad Suparman “Globalisasi adalah suatu proses menjadikan
sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini
tanpa dibatasi oleh wilayah”.
Menurut Emanuel Ritcher“Globalisasi adalah jaringan kerja global
secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan
terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.”
Selanjutnya John
Huckle mengemukakan bahwa globalisasi adalah suatu proses
dengan mana kejadian, keputusan, dan kegiatan di
salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang
signifikan bag iindividu dan masyarakat di daerah yang jauh.
Sedangkan Albrow mengungkapkan bahwa globalisasi adalah keseluruhan proses di
mana manusia di bumi ini diinkorporasikan (dimasukkan)
ke dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global. Karena proses
ini bersifat majemuk, kita pun memandang globalisasi di dalam kemajemukan.
Adapun Emanuel Ritcher berpendapat “Globalisasi adalah jaringan kerja
global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang
sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi ke dalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.”
B.
Pembahasan
1.
Pengertian Globalisasi
Globalisasi atau globalization (Inggris) atau globe, artinya mendunia atau bola dunia. Berdasarkan
asal bahasanya, globalisasi adalah
mengupayakan keadaan politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang bersifat lokal
menjadi berskala dunia atau internasional. Globalisasi juga dapat didefinisikan
sebagai proses menyatunya masyarakat dunia yang bersifat umum (global), yang
batas-batas antar negara luluh sehingga peralihan aspek-aspek kehidupan
antarnegara berjalan cepat.
Globalisasi menggambarkan, bahwa warga dunia semakin menyatu. Mereka
memiliki pola hubungan yang semakin erat. Kehidupan dunia seperti digambarkan
sebagai desa yang mengglobal (global village). Dengan globalisasi seluruh bangsa dan negara di dunia semakin
terikat satu sama lain, mewujudkan suatu tatanan kehidupan baru dengan menyingkirkan
batas-batas geografis, ekonomi, dan budaya masyarakat.
2. Penyebab Terjadinya Globalisasi
A.Faktor Ekstern
- Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknology (Iptek).
- Penemuan sarana komunikasi yang semakin canggih.
- Adanya kesepakatan internasional tentang pasar bebas.MOdersisasi atau pembaruan di berbagai bidang yang dilakukan negara-negara di dunia mempengaruhi negara lain untuk mengadupsi atau meniru hal yang sama.
- Keberhasilan perjuangan prodemokrasi di beberapa negara di dunia sedikit banyak memberi inspiransi bagi munculnya tuntutan tranparansi dan globalisasi di sebuah negara.
- Meningkatnya peran dan fungsi lembaga-lembaga internasional.
- Perkembangan HAM.
B.Faktor Intern
- Ketergantungan sebuah negara terhadap negara-negara lain di dunia.
- Kebebasan pers.
- Berkembangnya transparansi dan demokrasi pemerintahan.
- Munculnya berbagai lembaga politik dan lembaga awadaya masyarakat.
- Berkembangnya cara berpikir dan semakin majunya pendidikan masyarakat.
3.
Ciri-ciri Globalisasi
Ciri-ciri Globalisasi Secara Utama
- Multilateralisme: kekuasaan badan-badan antar pemerintah yang telah menjadi kepanjangan tangan ekspansi global kapitalisme.
- Transnasionalisasi: menguatnya monopoli dan konsentrasi modal serta kekuasaan kepada korposasi-korporasi besar di dunia.
- Perubahan dalam konsep ruang dan waktu.
- Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung, sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
- Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa.
- Meningkatnya masalah bersama seperti di bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain sebagainya.
Ciri-ciri Globalisasi Secara Lainnya
Kebijakan-kebijakan nasional (seperti dalam bidang-bidang sosial budaya, ekonomi, dan teknologi) yang sekarang berada dalam yurisdiksi suatu pemerintahan dan masyarakat dalam suatu wilayah bergeser menjadi di bawah pengaruh atau di proses badan-badan internasional atau perusahaan besar serta pelaku ekonomi keuangan internasional.
Kebijakan-kebijakan nasional (seperti dalam bidang-bidang sosial budaya, ekonomi, dan teknologi) yang sekarang berada dalam yurisdiksi suatu pemerintahan dan masyarakat dalam suatu wilayah bergeser menjadi di bawah pengaruh atau di proses badan-badan internasional atau perusahaan besar serta pelaku ekonomi keuangan internasional.
Ciri-ciri Globalisasi Secara Umum
Ciri-ciri globalisasi secara umum yaitu meningkatnya/berkembangnya teknologi teknologi informasi dan komunikasi yang memudahkan manusia berinteraksi tanpa bertatapan wajah dan memudahkan mendapatkan informasi dari negara/daerah lain tanpa perlu datang ke negara/daerah tersebut. Berubahnya cara berfikir orang-orang dan berorientasi pada masa depan.
Ciri-ciri globalisasi secara umum yaitu meningkatnya/berkembangnya teknologi teknologi informasi dan komunikasi yang memudahkan manusia berinteraksi tanpa bertatapan wajah dan memudahkan mendapatkan informasi dari negara/daerah lain tanpa perlu datang ke negara/daerah tersebut. Berubahnya cara berfikir orang-orang dan berorientasi pada masa depan.
4.
Macam-macam Globalisasi Ekonomi
Globalisasi
perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana
negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin
terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi
perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap
arus modal, barang dan jasa.
Ketika
globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan
keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan
semakin erat. Globalisasi perekonomian di suatu pihak akan membuka peluang
pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif,
sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar
domestik.
Perwujudan
nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
a. Globalisai
produksi. Di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran
agar biaya produksi menjadi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah
buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai
ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini
menjadi lokasi manufaktur global.
b.
Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai
akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk
portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT
Telkom dalam memperbanyak satuan sambugan telepon, atau PT Jasa Marga dalam
memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola
BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari mancanegara.
c.
Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu
memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan
staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman
internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang.
Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas. Kehadiran
tenaga kerja asing merupakan gejala terjadinya globalisasi tenaga kerja.
d.
Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu
negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia
karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV, radio, media cetak, dll.
Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke
berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh: KFC, celana
jeans Levi’s, atau hamburger melanda pasardi mana-mana. Akibatnya selera
masyarakat dunia (baik berdomisili di kota ataupun desa) menuju selera global.
e.
Globalisasi perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk
penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif.
Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat,
ketat, dan fair.
5.
Pengaruh Positif dan Dampak
Negatif dari Globalisasi
Arus
globalisasi yang melanda seluruh dunia mempunyai pengaruh dan dampak bagi
bidang sosial budaya suatu bangsa. Pada awalnya globalisasi hanya dirasakan di
kota-kota besar di Indonesia. Namun dengan adanya kemajuan teknologi,
komunikasi, informasi, dan transportasi globalisasi juga telah menyebar ke
seluruh penjuru tanah air. Arus globalisasi yang penyebarannya sangat luas dan
cepat tersebut membawa dampak positif dan negatif. Pengaruh positif globalisasi
antara lain:
a. Meningkatkan etos
kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian,
rasional, sportif, dan lain sebagainya.
b.
Kejuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi
lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri
mampu bersaing di pasar internasional.
c.
Tingkat kehidupan yang lebih baik.
d.
Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang
lebih baik.
e.
Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.
f.
Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi,
dan transportasi yang memudahkan manusia.
g.
Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi).
h.
Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
i.
Berkembangnya turisme dan pariwisata.
j.
Meningkatkan pembangunan negara.
Selain berpengaruh positif,
globalisasi juga menimbulkan banyak dampak negatif. Beberapa dampak negatif
tersebut adalah sebagai berikut:
a. Semakin mudahnya
nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi,
maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
b.
Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas,
kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/darurat,
misalnya sakit, kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang.
c.
Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
d.
Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan
perusahaan dari luar, akibatnya kodisi industri dalam negeri sulit berkembang.
e.
Terjadi
kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
f.
Menghambat pertumbuha sektor industri.
g.
Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri
(individualisme).
h.
Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan
kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama..
i.
Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena
status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya.